Tuesday, 6 March 2018

Polisi: Ada Tes bagi Pasukan Tempur MCA

Polisi: Ada Tes bagi Pasukan Tempur MCA
Polisi menyebut ada keterhubungan antara kelompok Muslim Cyber Army atau MCA dan beberapa bekas anggota komunitas Saracen dalam menyebarkan informasi bohong atau hoax yang bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA. Berdasarkan penyelidikan dan penindakan terhadap 92 kasus hoax provokatif sepanjang 2018, ditemukan kaitan antara MCA dengan Saracen. 


AGEN POKER TERPERCAYA


Mereka bekerja sama melalui dunia maya untuk menyebarkan hoax, terutama seputar kasus penyerangan terhadap pemuka agama dan isu kebangkitan PKI. Bahkan, menurut orang-orang MCA yang ditangkap, mereka mengakui berhubungan dengan bekas anggota Saracen. Setelah dianalisis, kelompok ini terhubung: MCA dan eks Saracen; di udara (baca: dunia maya) terhubung,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Fadil Imran, pada Selasa malam, 6 Maret 2018.


AGEN BANDAR Q ONLINE TERPERCAYA


Kelompok MCA pun, kata Fadil, terdiri dari beberapa divisi dengan tugas masing-masing di antaranya bertugas memviralkan info hoax melalui media sosial, melumpuhkan atau mematikan akun lawan, dan mengajari atau mendidik calon anggota pasukan siber. Ada yang bagian mengajari; transfer of knowledge. Itu yang di dalam yang disebut kelompok Pasukan Tempur MCA,” kata Fadil.


AGEN JUDI DOMINO QQ ONLINE INDONESIA


Untuk menjadi anggota Pasukan Tempur MCA itu, kata Fadil, ada semacam tes atau seleksi, sekurang-kurangnya untuk memastikan calon anggota memiliki kesamaan visi dan ideologi. “Yang ditangkap bukan penyusup, ada tes untuk memastikan satu ideologi yang sama.”

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

Puluhan Mahasiswa di Tangerang 'Keracunan' Jelang Wisuda

Puluhan Mahasiswa di Tangerang 'Keracunan' Jelang Wisuda Sebanyak 60 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Pelita Harapan Tangeran...